Bukan Multitalenta Tapi Karena Mau Coba

Beberapa teman bilang, kalau saya itu punya banyak talenta alias multitalenta. Padahal saya gak berfikir demikian, mungkin karena mereka melihat luar diri saya.

Kenyataannya, saya ini orang yang susah menolak permintaan orang. Gak baik sih, karena terkadang malah membebani diri sendiri.

Bos bilang coba kerjain ini, coba kerjain itu. Begitu juga dengan teman bisa bantu gw benerin ini gak? Pastinya saya selalu jawab iya. Padahal kenyataannya, saya gak tau mesti ngapain. Yang akhirnya, ujung-ujungnya googling.

Di satu sisi, saya jadi punya pengalaman dan menambah pengetahuan. Tapi di sisi lain, saya jadi gak punya fokus.

Makanya beberapa temen bilang saya multitalenta. Padahal, kebetulan apapun tugasnya, saya bisa benerin. Meskipun gak 100% bener.

Belajar Nolak

Seperti yang tadi saya katakan bahwa saya ini orangnya susah nolak apapun yang orang lain minta. Alasannya, karena di dalam diri saya tertanam untuk bisa membantu dan menyenangkan semua orang.

Nah, itulah letak kesalahan saya. Membantu orang dan menyenangkannya itu baik, tapi kita harus tahu batas. Karena kita gak bisa memberikan hal itu kepada semuanya.

Yang berakibat saya gak fokus, gak memperhatikan diri sendiri, lalu berujung gak percaya diri. Karena itu saya sedang mencoba belajar untuk mengatakan “tidak”.

Kelihatannya sih mudah, tapi kenyataannya mengungkapkan penolakan sulit saya lakukan.

Jadi kesimpulannya, bagi kalian yang menganggap saya multitalenta, bisa apa aja. Anggapan kalian itu salah besar!

Karena saya orangnya susah menolak, akhirnya mau mencoba dan kebetulan bisa disesaikan, meskipun gak 100% selesai. Minimal bisa diperbaiki dulu.